MENGANTARKAN ENERGI DI ZONA EXTREM
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
| Saat tim melanjutkan penerbangan dari biak menuju nabire, (chimel). |
Akhirnya Setelah sembilan bulan pelan pelan selesai juga nih ngetik blog, tahun lalu tepatnya november 2018 saya mendapatkan tugas meliput bbm satu harga di pedalaman papua dan jujur butuh waktu lama kalau saya ngetik (hehehe) dan ini pun masih berantakan rasanya tapi semoga ceritanya mudah di mengerti 😁.
Okay kali ini saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan hidup, eeitt tapi rasanya terlalu berat😜, perjalanan penugasan meliput aja kali ya? dan kebetulan saya (Chimel Energia TV) jalan bareng Akbar (fotographer Antara) Ilung (Videographer antara).
| Tampak hutan papua dari atas pesawat. (Chimel) |
![]() |
| Tbbm nabire tampak dari udara. (akbar) |
Saya mendapat tugas meliput untuk sebuah karya buku BBM SATU HARGA dan video dokumenter perjalanan pendistribusian bbm satu harga di papua yang berlokasi di Distrik obano salah satu Distrik tertua di papua, Ternyata pertamina terus berupaya menambah layanan BBM demi memenuhi kebutuhan masyarakat 3T yaitu tertinggal, terdepan dan terluar dan jalur yang akan saya tempuh sekitar 280 km menuju dermaga danau enaro kemudian di lanjutkan dengan speedboat 8km.
| Proses pengisian bbm di tbbm nabire sebelum menuju pania, (Chimel) |
| Persiapan perjalanan ber iringan, (Chimel) |
Sepanjang perjalanan
perlahan rasa takut mulai hilang, pemandangan yang indah menghapus
sebagian Rasa takut, saya gak bisa berkata kata, Masya Allah indah dan
keren banget, mulut ini ingin teriak karena terlalu exited bingung mau ngomong
apa sulit di ungkapkanlah, sinyal hp mulai naik turun bahkan hilang
begitu memasuki daerah hutan & perbukitan jadi jangan harap ada
sinyal telepon & internet
.
Akhirnya kita pindah ke mobil terbuka agar leluasa mengabadikan para rombongan mobil tangki dan
haripun mulai gelap, perjalanan sudah hampir sampai di paniai suhu dingin di sini mencapai 10 derajat celcius di dalam mobil (tanpa ac) di luar bisa mencapai 3-6 derajat celcius dan kabutpun menutup jarak pandang mobil, tiba tiba melalui kontak radio mobil yang saya tumpangi mendapat kabar buruk bahwa salah satu mobil tangki mengalami pecah ban di tengah hutan jalan trans papua sehingga mereka harus mengganti dengan ban cadangan, saya yang berada di mobil tim satu memang berada paling depan dan sudah mendekati perkampungan sehingga kita juga menepi mencari titik aman dan untungnya kita bertemu dengan salah satu warga sehingga kami dapat singgah sejenak untuk menunggu rombongan amt (awak mobil tangki) yang tertinggal akibat pecah ban.
![]() | |
| Enjoy mengabadikan gambar di mobil terbuka 😉, (Chimel). |
| Mobil tangki saat melintasi jalanan rusak akibat tanah longsor, (Chimel) |
![]() |
| Mengganti ban yang pecah dan mobil siap melanjutkan perjalanan, (Ilung) |
Akhirnya setelah kurang lebih satu setengah jam rombongan awak mobil tangki yang tertinggal akibat ban pecah datang dan perjalananpun kami lanjutkan, kini kami memasuki jalan pintu angin (area zona merah) dan kenapa di sebut pintu angin?? Karena sebelumnya jalan itu adalah bagian dari bukit gunung lalu harus di belah untuk jalur trans papua.
| Inilah lokasi jalan pintu angin saat siang hari, (Chimel) |
akhirnya saya dan rombongan tiba di lokasi penginapan warga dengan selamat jam 12:00 am
sungguh dingin dahsyat luar biasaaa, "ini indonesiaa brooo" tanpa basa basi malam itu saya langsung tarik selimut karena sudah gak kuat sama dinginnya dan berharap mimpi indah (hehe).
Pada pagi hari paniai sungguh sungguh membeku dinginya, tapi karena saya orangnya penasaran nekat lah mandi dengan air yang super dingin, badan rasanya kaya di siram batu, sebagian temen temen si ada yang nyerah ga kuat (hehehe).
Saya dan rombongan melanjutkan perjalanan ke dermaga danau paniai untuk menyebrang ke distrik obano (titik pendistribusian bbm satu harga) namun sebelumnya kami harus menunggu bapak Hanok dahulu tokoh masyarakat sekaligus pemilik spbu kompak (86.987.04), karena tanpa di dampingi beliau kami tidak bisa merekam dan memotret dengan leluasa.
![]() |
| Hanok gerison pigai (tengah dengan kemeja) tokoh masyarakat sekaligus pemilik spbu kompak yang mendampingi saya & tim selama di paniai-distrik obano, papua barat (Ilung) |
| Narsis dulu di sekitar warga paniai hehe, (Chimel) |
Proses pemindahan bbm ke drum biru, (Chimel).
Melintasi danau pania, (Akbar) |
| Penampakan distrik Obano, pania barat (akbar) |
| Bersama warga menurunkan drum bbm jenis premium & solar, (Chimel) |
| Warga mengisi bbm untuk untuk genset dan motor (chimel) |
![]() | |
| Lewi pigai sedang mengajar putranya (ilung) |
Ada rasa haru dan bangga selama saya berada di sini, ternyata tugas ini membuka mata hati saya bahwa energi di negri ini sedang berproses untuk lebih baik dan merata bagi saudara-saudara kita di pedalaman dan saya merasakan aura warga sangat bersahabat bahkan ketika saya kembali menyebrangi danau beberapa warga mengawal kami menyebrangi danau dalam gelap gulita, sinar laser sniper yang sempat ter arahkan ke tangan dan kamera saya anggap sebagai salam perkenalan saja, harapan saya semoga energi ini terus berlanjut sampai titik-titik lokasi yang tepat sasaran.
| ||||||||
Sebuah keluarga di distrik obano nonton acara televisi bersama (ilung)
Chimel, Ilung, Akbar & Seni (driver sekaligus tempat sharing lokasi) bukit merah, papua
The end
|





Tidak ada komentar:
Posting Komentar